Bab 19

1323 Words

“Semuanya, maaf aku harus pulang sekarang. Aku pamit ya." “Eh, mau ke mana—“ belum juga Eva menyelesaikan kalimatnya, Zidan sudah hilang dari pandangannya, bergerak cepat keluar dari rumah sampai semua orang kebingungan. Satpam yang melihat Zidan keluar rumah dengan langkah terburu-buru, sontak langsung membuka pagar kembali. Tin tin! Zidan hanya membunyikan klakson tanpa menurunkan jendela mobil. Ia tampak buru-buru. Setibanya di rumah, ia memencet bel berkali-kali sampai Riri akhirnya membukakan pintu. “Reva mana?” pertanyaan pertama yang terlontar dari bibir Zidan saat baru tiba di rumah. “Di kamarnya Tuan,” jawab Riri menunduk. Zidan langsung menerobos masuk dan pergi ke kamar Reva yang tidak dikunci. Ceklek! Reva yang sedang duduk bersandar sontak menoleh. Keduanya berpandan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD