Bab 18

1557 Words

“Reva mana Mbak?” pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Zidan setelah tiba di rumah. “Udah di kamar sejak habis makan malam tadi Tuan.” Dahi Zidan berkerut, tidak biasanya Reva seperti itu. “Hm, apa tadi ada tamu yang datang?” “Ada Tuan, sepasang suami istri dan anaknya.” “Itu Kakak saya sama suami dan anaknya.” “Oh, maaf saya tidak tahu Tuan.” “Iya nggak apa-apa.” Zidan melanjutkan langkahnya. Saat tiba di depan pintu kamar Reva, ia berhenti, menatap pintu kayu itu cukup lama. Ia menggelengkan kepalanya saat tangannya berniat mengetuk pintu itu, sampai akhirnya memilih untuk pergi ke kamarnya. “Halo Kak,” Zidan langsung menghubungi kakaknya saat tiba di kamarnya. “Halo, kenapa nelpon malam-malam?” “Hm, aku minta maaf karena nggak bisa menemui kalian hari ini. Mungkin besok ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD