Brakk!!! Daun pintu ek solid bermaterial premium itu berdentam keras, menghasilkan gema solid yang memantul kaku di sepanjang koridor privat lantai teratas Hadiningrat Development. Samudra melangkah lebar membelah lantai marmer mengilap yang dingin. Setiap ketukan pantofel mahalnya terdengar seperti hitungan mundur bom waktu. Pria itu terus berjalan lurus dengan pandangan menghunus ke depan, mengabaikan beberapa staf eksekutif yang langsung menundukkan kepala dalam-dalam, menahan napas demi menghindari aura intimidasi yang memancar dari tubuh tegap sang CEO. Manuver sepihak yang baru saja dilepaskan oleh Thomas di dalam ruang rapat benar-benar telah melumat habis sisa-sisa toleransi di dalam daada Samudra. Darahnya mendidih, memicu detak jantungnya berpacu dalam ritme yang abnormal. San

