Bab 64

2271 Words

Maura hanya bisa memaku pandangannya pada lantai kayu kedai yang menggelap, menolak menyaksikan siluet sepasang kekasih itu menjauh menembus tirai. Sepasang manik cokelatnya memanas hebat, digenangi cairan bening yang mati-matian ia tahan agar tidak bergulir jatuh. Ada rasa sesak yang teramat gila memukuli rongga dadanya, meremas ulu hatinya hingga terasa ngilu. Kenyataan bahwa Clarissa mendapatkan posisi yang jauh lebih terhormat, diakui secara legal, dan berhak bersandar tanpa sembunyi di da-da bidang Samudra adalah sebuah hantaman telak yang meruntuhkan sisa harga dirinya. “Vin … aku mau balik ke penginapan sekarang,” pinta Maura dengan cicitan suara yang teramat tipis, nyaris habis tertelan riuh festival di luar. Vino menoleh, menatap lumat-lumat gurat wajah Maura yang tampak kaku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD