Bab 123

4075 Words

“Permisi, Pak Bayu, saya ingin menyerahkan beberapa dokumen keperluan logistik tim kami untuk peninjauan proyek di lapangan pekan depan.” Suara jernih Maura menyela perbincangan santai antara Pak Bayu—manajer logistik—dengan dua staf divisinya. Bayu berdeham canggung, buru-buru membetulkan posisi duduknya. Sementara dua bawahannya saling melempar lirikan penuh arti yang tak berusaha disembunyikan. Atmosfer di ruangan itu seketika mendingin. Tidak ada satu pun dari mereka yang tergerak untuk menyapa atau mengulas senyum ramah. Maura menyadari kejanggalan itu. Meski ulu hatinya terasa sesak, dia memaksakan sebuah senyuman tipis di bibirnya, berusaha mempertahankan profesionalisme di tengah situasi yang sama sekali tidak bersahabat. “Taruh saja di atas meja, Bu Maura,” sahut Bayu singkat t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD