Bab 122

4244 Words

“Maura-san, aku sempat mengecek ulang beberapa supplier GRC yang rasanya jauh lebih aman buat kita pakai.” Yuki mendorong lantai dengan kakinya, membuat kursi beroda itu meluncur mulus mendekati kubikel Maura. Wajah sahabat asal Jepangnya itu tampak begitu serius, memegang tablet dengan kening yang terlipat dalam. Maura yang sedang fokus mengoreksi berkas langsung menghentikan gerakan jemarinya di atas papan ketik. Dia menoleh heran. “Bukannya kita sudah menyepakati pabrikan yang diajukan tim manajemen dari awal?” Yuki meringis pelan. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling lantai kantor yang riuh, lalu memajukan tubuhnya dan berbisik setengah memohon. “Jujur, aku merasa ada yang ganjil dari kemarin. Supplier itu memang langganan tetap Pak Rustanto untuk proyek-proyek besar. Tapi pas ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD