Bab 77

3664 Words

Tak. Tak. Tak. Ujung pena Montblanc bermaterial logam mulia itu terketuk tegas di atas permukaan meja marmer hitam, menciptakan ritme konstan yang terdengar seperti ketukan palu hakim di ruang eksekusi. Di seberang meja, sepasang mata elang Samudra bergerak lambat, memindai satu per satu wajah para pemilik modal yang siang ini duduk berkumpul di dalam ruang rapat utama. Sorot matanya sedingin es kutub, menghunus langsung ke pusat nyali lawan bicaranya tanpa seulas filter kesopanan fiktif. Di bawah kepungan tatapan mengintimidasi tersebut, napas beberapa pria berjas formal di dalam ruangan mendadak tersendat. Mereka kesulitan untuk sekadar mengembuskan udara secara linier dari paru-paru, seolah-olah seluruh pasokan oksigen di dalam kubus kaca kedap suara ini baru saja ditarik paksa keluar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD