Bab 79

3687 Words

“Pak, ada pesan yang dititipkan oleh perwakilan Pak Thomas.” Tommy melangkah masuk dengan ritme kaki yang konstan, lalu menaruh setumpuk berkas draf laporan anggaran operasional di atas permukaan meja kerja kayu hitam milik atasannya. Samudra tidak serta-merta memberikan tanggapan verbal. Fokus sepasang obsidian pekatnya masih terkunci lurus pada layar laptop premium, seolah kehadiran sang asisten pribadi dan seluruh runtunan kalimatnya hanyalah suara angin lalu yang tidak berhak mengganggu kestabilan ruang berpikirnya. “Agenda makan malam hari ini dijadwalkan bersama dengan keluarga inti Bu Clarissa Magnolia,” sambung Tommy lagi, menekan intonasi suaranya serendah mungkin demi menjaga kerahasiaan informasi di antara mereka. Mendengar nama wanita itu disebut, barulah pergerakan jemari k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD