Deg! Gadis itu terkesiap. Ia tidak mampu membendung ritme jantungnya yang mendadak berpacu gila-gilaan hanya karena sebaris tulisan tangan Samudra. Lembar sticky note kuning itu terasa membakar jemarinya. Maura melirik takut-takut ke arah Sisilia yang masih sibuk mencoret-coret buku catatannya tanpa menyadari perubahan drastis pada raut wajah sahabatnya. “Sil … ngopi yuk?” ajak Maura tiba-tiba, suaranya sedikit serak. Ia benar-benar sedang tidak siap. Menghadapi Samudra pasca-kejadian di Annual Gathering kemarin saja sudah membuatnya cemas, apalagi jika mengingat bagaimana kasarnya perlakuan pria itu malam sebelumnya. Maura butuh mengulur waktu. Ia butuh distraksi agar tidak tenggelam dalam ketakutan. Sisilia mendongak. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, memberikan tatapan penuh ra

