“Untuk bimbingan hari ini, kalian bisa menemui saya di perpustakaan pusat setelah jam makan siang,” terang Samudra datar sembari merapikan beberapa berkas di atas podium, mengakhiri perkuliahan arsitektur siang itu. Maura hanya diam membisu di kursinya. Sejak malam perhelatan Annual Gathering Yayasan Hadiningrat berlalu, atmosfer di antara mereka mendadak berubah drastis. Mereka tiba-tiba saja menjadi asing, terpisah oleh dinding tak kasat mata yang teramat tebal. Bahkan, Samudra tidak mengirimkan pesan sepatah kata pun atau memintanya datang ke apartemen selama beberapa malam terakhir ini. Dari baris bangku tengah, Maura hanya bisa mencuri-curi pandang saat beberapa teman sekelasnya mulai bergerak maju, mengerumuni meja dosen untuk menanyakan tugas. Ada kekosongan ganjil yang menyerga

