Bab 47

3083 Words

“Lo enggak balik ke apartemen lo sendiri?” Tommy yang baru bangun tidur mengucek matanya, mendapati Samudra masih betah mendekam di unit apartemennya. Pria itu tampak sibuk mengotak-atik maket digital dan desain rumah di layar laptop, proyek komersial yang biasanya akan ditawarkan kepada calon klien kakap perusahaan Samudra. Samudra tidak menyahut. Tangannya justru terulur menenggak satu kaleng soda dingin hingga tandas, abai pada fakta bahwa perutnya masih kosong melompong sejak semalam. Masalah kesehatan seolah menjadi daftar terakhir yang ingin ia pedulikan belakangan ini. “Tumben banget lo gila kerja di tempat gue…” Tommy menggeleng keheranan menyaksikan tabiat janggal sahabat sekaligus bosnya itu. Namun, Samudra lebih memilih tenggelam dalam keheningan ketimbang merespons ucapan To

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD