Bab 84

3099 Words

Pagi itu, langit ibu kota tampak dilapungi mendung tipis yang abu-abu, memantulkan atmosfer linear yang selaras dengan kekacauan batin Maura. Dengan sisa-sisa kekuatan penyangga raga yang kian menipis, gadis itu bersusah payah merapikan letak jaket jeans di depan cermin toilet kampus. Ia harus hadir siang ini demi menghadapi lembar ujian semester akhir. Terlepas dari badai intimidasi yang dilancarkan oleh Clarissa kemarin siang, realitas akademik memaksanya untuk tetap menjejakkan kaki di teritorial ini karena dia harus mempertahankan hak beasiswanya, kelulusan skripsinya, serta seluruh tatanan masa depan yang menjadi urat nadi kelangsungan hidup adiknya, Raka. Saat ia berkaca lamat-lamat, sepasang kelopak mata cokelatnya terlihat membengkak samar dengan rona kemerahan yang kentara. Netra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD