Bab 85

3599 Words

Langkah kaki Maura terasa mengambang, seolah-olah ia tidak lagi menapak pada material beton selasar gedung rektorat. Seluruh tatanan pikirannya yang logis kini telah hancur, kacau berceceran tak bersisa di atas lantai ubin pasca tubuhnya diusir secara dingin dari dalam ruangan administrasi utama. Seluruh runtunan protes, pembelaan diri, serta argumen tertulis mengenai validitas beasiswanya sama sekali tidak diterima ataupun didengarkan oleh sistem birokrasi yayasan. Mereka menutup mata seutuhnya dari kebenaran fungsionaris. Apa-apaan semua ketidakadilan ini?! Kenapa ... kenapa malapetaka ini harus dijatuhkan tepat saat ini?! Kenapa di saat dirinya benar-benar hanya tinggal menyisakan beberapa langkah pendek lagi untuk menuntaskan seluruh kewajiban akademiknya, lulus dari universitas, da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD