"Kau ... jaga bicaramu, Samudra," sahut Thomas lempeng, suaranya serak namun sarat akan wibawa absolut yang menekan. "Aku tidak memanipulasi siapa pun. Dokumen yang kau terima itu adalah bukti nyata bagaimana wanita kasta rendah pilihanmu itu memperlakukan nama baik keluarga kita di belakangmu. Dia hanya sepotong pencuri serakah yang menggunakan tubuhnya untuk menguras harta Clarissa." "Itu semua bohong! Maura tidak pernah melakukan pemerasan itu!" bentak Samudra lagi, melintasi batas waras kesopanannya sebagai cucu. "Tanda tangan dan rekaman itu bisa dengan mudah direkayasa oleh Clarissa menggunakan uang!" Thomas tiba-tiba saja memukul permukaan meja marmer dengan ujung tongkat mahoninya hingga menimbulkan bunyi braaakk yang bergaung keras, memutus kalimat Samudra seutuhnya. Pria tua it

