“Ohayouuu …” Maura Anindya menyunggingkan senyuman ringan yang tulus mendengar sapaan hangat yang memecah keheningan gang kecil pagi itu. Seorang wanita lansia yang merupakan tetangga dekat kediamannya tampak tengah mengayuh sepeda keranjang tua dengan perlahan. Udara pagi musim panas yang mulai menyengat tidak melunturkan keramahan khas penduduk lokal di pinggiran kota. “Ohayou, Obaa-san …” Maura membalas sapaan itu sembari meraih jemari mungil Ren, putranya yang berada di dalam dekapan, lalu menggerakkannya lembut untuk ikut melambaikan tangan. Ren, bocah kecil berusia tiga tahun lebih sedikit itu, ikut meniru gerakan ibunya dengan kepolosan yang menggemaskan. “Ohayou … obaa-san …” cicitnya dengan suara cadel yang halus. “Wah … pasti Ren-chan mau berangkat ke sekolah ya?” Bahkan teta

