Embun pagi itu menebarkan bau basah saat Ryn membuka jendela kamar lebar. Sesekali melongo keluar melihat beberapa orang sedang asyik berlari pagi sebelum berangkat kerja. Matahari di ufuk timur menghangtakan pagi yang terasa sangat dingin. “Ryn, aku ke kampus dulu, ya!” Seru Lily terburu-buru mengambil vest di gantungan belakang pintu. Ryn menghentikan aktifitas. Kepalanya kembali masuk ke dalam kamar. Ia melongok ke arah jam dinding “Sekarang banget? Pagi-pagi gini?”. “Iya, nih” Lily menimpali tanpa memandangi wajah karibnya itu sambil mengambil segara piranti yang dibutuhkannya “Iya mendadak banget nih, soalnya aku harus mampir ke perpus dulu”. “Oh ya udah. Ini tasnya” Ryn mengambilkan ransel milik Lily yang disambut dengan rasa terima kasih. Pun Ryn mengambil sweater rajut, mengant

