Setelah kejadian dengan Marcell ditambah mendengar pembicaraan Reno membuatku sering tidak fokus terhadap pekerjaanku. Apalagi aku tidak cukup punya bukti tentang niat Reno sebenarnya padaku. "Diandra, selama Marcell disini. Kok aku liatnya kesal terus," selidik Reno. "Oh yah. Gak tuh. Biasa aja. Mungkin saja karena pekerjaannya yang banyak" aku mencoba mengelak. "Weekend besok kamu kemana? Ke klub yuk?" "Gak deh aku mau istirahat aja" "Kamu udah mau balik loh. Sayang aja kamu gak pernah kunjungi tempat itu" "Iya aku udah tobat Kak. Gak pengen ke tempat gituan lagi" aku bahkan membayangkan hal yang bisa terjadi kalau diriku mabuk. “Eh Mama aku nelpon, aku tinggal bentar yah" “Eh gak usah, Kak Reno disini aja. Aku permisi ke kamar mandi dulu. Tas aku titip yah." Kuletakkan ponselk

