Prologue
Aku sering bermimpi, berada di dunia di mana jika kamu melakukan kejahatan sekecil apapun, kepalamu akan di penggal. Atau hukuman paling ringan adalah statusmu akan diubah sebagai b***k dan diasingkan.
Mimpi yang terasa seperti kehidupan nyata. Mimpi yang terus berulang dengan alur kisah dan peristiwa yang sama. Bahkan kematian ku selalu terjadi di usiaku yang ke 22 tahun.
Saat aku terbangun dari mimpi itu, aku selalu berada di sebuah ruangan gelap, dalam keadaan kelaparan dan kehausan, sehingga membuatku pingsan dan kembali bermimpi yang sama terus-menerus.
Di dalam mimpi, aku selalu dilahirkan sebagai Darius Xievers. Putra sulung dari seorang duke yang tidak begitu perhatian kepadaku. Ibuku selalu meninggal ketika melahirkanku dan parahnya aku selalu hidup dalam kesengsaraan sampai usiaku 12 tahun. Terutama saat aku mulai memiliki ibu dan saudara tiri yang terlihat sangat membenciku.
Namun ketika ayahku meninggal, kecaman dan tuduhan justru tertuju padaku yang bahkan tidak pernah berada di sisinya. Semenjak kematiannya, sebagian pejabat menunjuk diriku sebagai pengganti duke dan menjadi duke muda. Itu sudah turun temurun, putra sulunglah yang seharusnya menjadi penerus. Hal itu justru membuat ibu tiriku Victoria Xievers dan adik tiriku Phillips Xievers menjadi sangat marah besar.
Jika begitu, sudah jelas bukan siapa pembunuh ayah yang sebenarnya. Mungkin ibu tiriku meracuni ayahku dengan perlahan sehingga membuatnya sakit-sakitan dan meninggal dunia. Namun, tuduhan justru mengarah padaku, katanya aku adalah anak yang serakah, aku tidak tahu berterimakasih.
Di mimpiku, aku hidup begitu berdedikasi pada Kekaisaran, ujung-ujungnya aku dikhianati oleh baginda kaisar dan ibu tiriku yang ternyata telah bersekongkol sejak kematian ayahku. Meskipun aku tidak pernah curiga mengapa kaisar belum juga mempunyai permaisuri, ternyata alasannya baru ku ketahui setelah aku meninggal. Kaisar dan ibu tiriku menikah, semua harta milik keluarga xievers telah disahkan sebagai milik kekaisaran.
Meskipun begitu, selama bermimpi aku hanya mengikuti alur yang sudah ku ketahui arahnya kemana. Tidak terpikirkan olehku untuk merubahnya sedikit pun, toh ini cuma mimpi dan pada akhirnya aku akan mati lagi.
Namun, entah kenapa kali ini aku merasa sangat muak merasakan hal yang sama berulang kali. Segala penderitaan yang aku alami, segela tuduhan yang mengarah padaku dan ibuku. Aku sangat ingin membuktikan pada semua orang bahwa aku dan ibu bukanlah orang seperti itu.
Jadi kali ini, ketika aku bermimpi lagi. Aku ingin menjadi seorang duke yang memulai kehidupan baru!