Mega masih terpaku dengan Ara yang sedang berada di gendongan Radit. Bagaimana bocah itu menerima buket boneka dan makanan matcha kesukaannya, bagaimana dia mencium pipi Radit dan memeluk lehernya kemudian berkata, “Thanks, Papa. Ara sayang Papa.” “Wahh…, Ara benar benar bisa berbagai bahasa ya seperti yang dikatakan Nenek?” Ara mengangguk. “Ya, Nenek bilang lebih baik mempelajari Bahasa Indonesia, sepertinya untuk bisa bertemu Papa.” Radit terkekeh dan kembali mencium pipi putrinya, kembali memeluknya dan air matanya kembali turun untuk yang kesekian kalinya. Dia kehilangan banyak moment, karena emosi sesaatnya, Radit membuat istrinya menjauh dan membuat anaknya kehilangan sosok dirinya, tidak mengenalnya. Radit menyesal, benar benar menyesal. Dia adalah pria yang tidak tahu diri. Suda

