Satu atap

1487 Words

Radit kini sedang memangku Ara, sambil mendengarkan bagaimana anaknya membaca dalam bahasa Spanyol. Sungguh membuat telinganya berdengung, bagaimana bisa bocah sekecil ini sangat genius dalam mempelajari bahasa baru. Dan sekarang ini Ara sedang membacakan cerita, bagaimana Radit bisa paham? Bahasanya saja tidak mengerti. “Tamatttt,” ucapnya menutup kembali buku, Ara mendongkangkan kepalanya melihat sosok sang Papa. “Udah, bagus gak ceritanya?” “Papa gak paham sama bahasanya.” “Mama bilang Papa pinter.” “Papa bisanya Cuma lima bahasa aja, Spanyol nggak.” “Ih, kalah sama Ara. Malu dong?” Bukannya marah diejek, Radit malah tertawa dan mencium pipi anaknya bertubi tubi, dia sungguh gemas dengan putrinya yang begitu chubby. “Mau main teh yuk,” ajak Ara yang dibalas anggukan oleh Radit.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD