Ridza Al-Fatizha , seorang gadis yang telah menginjak usia 22 tahun ini sedang menempuh pendidikan S-1 nya di UI ( Universitas Indonesia ) , Jakarta . Ia memilih jurusan komunikasi karena baginya berbicara depan umum itu agak mudah . Terlebih lagi dia adalah seorang lulusan pondok pesantren , jadi komunikasi bisa ia gunakan untuk menyebar dakwah bukan . Lahir dari keluarga yang sederhana membuat ia mau tak mau harus memeras otaknya untuk mencari biaya hidup dengan cara halal , namun tidak menyulitkan dirinya . Di karuniai kecerdasan oleh Allah SWT , membuat ia dengan mudah melanjutkan pendidikannya , melalui beasiswa full dari pihak kampus ia tak lagi memusingkan kuliahnya , hanya perlu mempertahankan nilai agar beasiswa tak terputus . Masalah biaya hidup , Alhamdulillah ... belakangan ini ia mampu menghasilkan uang 4 - 5 juta per bulan , tentu saja hasil dari novel yang ia tulis . Baginya hidup ini sederhana saja , cukup dengan mensyukuri apa yang ada , dan berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai ridho-Nya , agar berkah dunia sampai akhirat . Tak lupa do'a , karena apapun yang ia kita lakukan harus di awali dengan niat yang baik , dan do'a yang tak boleh terputus . Karena ... usaha tanpa do'a itu sombong , sebaliknya do'a tanpa usaha itu bohong . Jadi kalau mau sukses ... yah harus ada keduanya yah ? ...
" bismillah ... semoga kuliah hari ini lancar Ya Allah ... " do'anya sebelum berangkat dari rumah . Ridza mulai melangkah meninggalkan rumah , tak lupa sebuah senyuman senantiasa terukir manis di wajahnya . Ia melangkah dengan riang dan gembira menuju halte bus , berdiri bersama para penumpang lainnya yang sedang menunggu bus . Sesampainya di kampus ia bertemu Rio ... eits ... ini rahasia yah ... hanya author dan reader plus Allah SWT yang tahu ? ... Rio itu adalah seorang mahasiswa abadi di sini . Kenapa di juluki abadi ? Hayyooo ... ada yang tau nggak ? Ketika dia di tanya sama dosen ...
" kok kuliah kamu nggak kelar-kelar Rio , apa kamu nggak capek yah pulang balik kampus selama bertahun-tahun dengan hal yang sama ," paling dia bakal berdiri dengan tegas sambil menyunggingkan senyum , lalu berkata ...
" saya masih betah kok pak tinggal di kampus , jalani hari-hari saya sebagai mahasiswa abadi . Dan satu lagi pak , saya selalu siap kok kalau ada pertemuan , tapi saya selalu nggak siap kalau ada perpisahan , makanya saat ini saya masih bertahan di sini , belum siap pisah sama bapak , hehehe ... ," dasar Rio , dikala dosen lagi panas-panasnya , masih aja sempatin waktu buat ngelawak . Benar-benar anak nggak ada akhlak .
" hai dza ... ," sapa Rio
" waalaikum salam ," balas Ridza sambil tersenyum .
" eh ... he ... he ... he ... maaf , kelupaan ... Assalamualaikum Ridza Al-Fatizha yang manis ," ...
" waalaikum salam Rio penunggu kampus ," .
" eh ... kok jadi penunggu kampus sih ,"
" lah ... terus apa coba , penunggu kolong jembatan ," Rio tertawa mendengar lawakan Ridza .
" Ridza ... Ridza ... kamu bisa aja deh ," ucap Rio .
" to the point aja deh ... kamu kalau lagi manis kayak gini pasti ada maunya ," Ridza udah tahu gerak-geriknya Rio ... kalau tiba-tiba muncul tanpa di undang pasti ada hal tak terduga yang ia rencanakan .
" eh ... tau aja nih adek Ridza manis ... ," gombalnya lagi . Ridza memutar bola matanya , nih orang benar-benar minta di tampol kali yah ... untung lagi baik hati ... sabar Ridza ... sabar ... cewek sabar jodohnya ganteng ...
" ada yang bisa aku bantu yah ... emm ... dari cara kamu yang kayak gini , aku udah tahu sebabnya ... pasti belum kerja tugas Bahasa Inggris kan ? ," tanya Ridza . Rio yang mendengar hal itu hanya cengengesan , jawabannya cuma dua , benar atau betul .
" he ... he ... he ... Ridza tau aja ," balas Rio malu-malu , eits ... ralat , malu-malu kucing ? .
" tuh kan , udah aku duga , kamu tuh gimana sih Rio ... harusnya kamu itu fokus sama kuliah kamu ... julukan " Mahasiswa Abadi " apa enggak buat kamu kepingin cepat-cepat lulus yah ... hidup kamu enak banget loh ... minta ini ada ... minta itu di kasih , apalagi coba ... sampai kapan kamu mau jadi beban orang tua . Kamu cowok , harus jadi seorang pemimpin , kalau kayak gini ceritanya , bukannya jadi pemimpin , yang ada kamu bakal jadi beban seumur hidup tau nggak ," nasihat Ridza panjang lebar . Rio yang mendengar itu cuma bisa garuk-garuk kepala ... soalnya Ridza kalau udah ceramah bisa sampai 4 GB tau nggak .
" harusny kamu pikir dong ... kalau ka ..."
" eitsss ... dza ... ceramahnya nanti aja yah , 15 menit lagi dosen Bahasa Inggris masuk nih ... kalau kamu ceramahin aku teruss , tugasnya kapan aku kerjain coba , " potong Rio saat Ridza ingin melanjutkan ceramahnya .
" serah kamu ah ... kerjain aja sendiri ," karena sebal Ridza meninggalkan Rio .
" yah ... yah ... yah ... kok malah di tinggal sih dza ... masa kamu tega sih sama teman sendiri ," bujuk Rio lagi . Ridza berhenti dan berbalik menghadap Rio .
" emang kamu nggak kasihan apa sama diri sendiri , mereka udah capek ngikutin perjalanan hidup kamu yang tanpa arah ini ," balas Ridza . Lalu ia berjalan meninggalkan Rio . Sebenarnya Ridza tidak tega melihat raut wajah Rio yang begitu masam , tapi karena nggak pernah kapok dan ngulangin terus ... ya udah ... sekali - kali ia harus di beri pelajaran , kalau di biarin terus , ntar malah ngarepin orang mulu , jadi nggak papa kan , sekali-kali buat dia kena hukuman yang berat , pikirnya dalam hati .