Menanggung Malu

1194 Words

Jangan lupa subscribe, like dan tinggalkan komen, ya❤️❤️❤️ "Maaf, Bu Dita. Tuan Dave mencari anda. Katanya disuruh cepetan," ujar salah seorang karyawan yang kini terlihat gusar. "Oh, iya, Mbak. Aku akan segera datang." Dita mengangguk segera. Lalu, mengajak Fabian agar buru-buru kembali. Sesampainya di kantor, ruangan Dita sudah diduduki oleh lelaki berwajah tegas itu. Tampak sekali gurat ketegangan di lehernya. Apalagi saat memegang bolpoin di tangan kanannya, wanita yang kini dipanggil Dita itu takut jika sewaktu-waktu benda itu terlempar ke arahnya. "Maafkan saya, Tuan." Dita menoleh sekilas pada jam dinding. Belum telat, masih lima menit lagi waktu kembali seharusnya. "Dari mana saja kamu?" tanya Dave ketus. Kedua kakinya saling menopang. "Ya, makan siang, Pak. Kan, memang jam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD