Ep.20 (21+)

1053 Words
Gita lalu pergi ke sebuah klinik kecantikan dan berkonsultasi ke dokter bedah untuk merekonstruksi ulang lagi wajahnya.Tapi dokter bedah sepertinya berat mengabulkan keinginan Gita. "Gita,sebagai dokter aku saranin kamu jangan operasi plastik lagi deh.Kamu udah cantik kok,dan dengan alasan kesehatan juga berbahaya.Kamu udah terlalu banyak operasi plastik.Semua udah buatan disana sini.Takutnya risikonya tinggi."Jelas dokter itu. Gita agak kesal."Kan aku bayar dok,risikonya juga aku yang tanggung.Aku masih muda kali,nggak apa apa juga oplas.Banyak kan yang kayak aku tapi baik baik aja tuh.Rusak tinggal permak,kalau mati ya udah nggak rugi karena dokter juga dibayar kan?Aku juga nggak bakal nuntut.Selesai perkara.Tugasnya dokter tuh,lakuin aja yang aku minta dan kerja sebagus mungkin." Si dokter agak panas hati dengan jawaban Gita yang pedas dan tidak mempan di peringati ini."Ya udah,saya sebagai dokter hanya menyarankan yang terbaik buat kamu.Tapi kalau kamunya nggak mau dengar ya nggak apa apa.Karena risikonya kamu juga yang akan tanggung." "Oke,nah gitu dong dok."Gita senang karena ia di Acc untuk naik ke meja operasi lagi.Kali ini ia ingin mempermak wajahnya secara keseluruhan lagi.Ia sudah haus akan cinta Roger dan buta hati demi bisa mendapatkan Roger kembali. *** Gara mengantar ibunya pulang dan terjadilah hal mengharukan saat ibu dan ayahnya saling bermaaf maafan.Keduanya kembali bersama dan akur.Yosa,Gara,dan Rosa lalu memberi waktu untuk keduanya berdua dan naik ke kamar Gara. "Gita mana?"Tanya Rosa. "Nggak tahu,dia kelayapan terus.Kamu pasti kaget kalau ketemu dia.Dia udah berubah banget.Kecanduan oplas,ngerokok,kasar,baju kurang bahan sana sini.Pokoknya nggak tahu lagi deh style tuh anak."Gara menjelaskan tentang adiknya yang dulu dikenal Rosa lugu dan baik itu. Yosa sibuk bermain action figure dikamar Gara yang memang koleksinya.Kerinduan Rosa akan rumah ini terobati sudah.Ia senang berada disini lagi. Gara membuka bajunya dan mengganti kaosnya.Rosa memalingkan wajah karena tidak enak. Gara melihat hal itu saat Rosa malu malu sambil duduk di ranjangnya.Ada seringai senyum disana. "Om,buat Yosa yah iron mannya." "Iya boleh,ambil aja."Gara lalu menghampiri Yosa. "Yosa,yuk pulang.Kita bobok siang dulu." Yosa yang sedang di pangku Gara menggeleng."Nggak mau ah.Yosa mau main ma." Tapi tidak lama,Yosa malah menguap.Ia lalu dengan sendirinya turun dari pangkuan Gara dan menghampiri Rosa. Yosa memeluk ibunya dan tidak lama malah ketiduran.Rosa lalu membaringkan Yosa yang sepertinya kelalahan itu. Gara datang mendekat dan bicara dengan suara pelan."Udah,biarin aja dia tidur.Kasihan dia capek." "Tapi dia kalau tidur siang lama,ntar kamu nggak nyaman."Sahut Rosa pelan. "Nggak apa apa kok,aku nyaman aja.Kamu juga ada disini."Gara mulai menatap rayu pada Rosa. Suasana diruangan ini jelas mengingatkan apa yang pernah mereka berdua lakukan saat muda dulu. Gara lalu medekat dan membaringkan Rosa juga bersamanya.Yosa kelihatan sudah sangat lelap dan tidak akan bangun. Gara dan Rosa saling berpandangan.Gara lalu membuka beberapa kancing baju Rosa.Gara sedikit turun lalu menyusu seperti bayi setelah mengeluarkan buah d**a Rosa dari branya. Kenyotan dan buaian bibir Gara pada dadanya membuat Rosa merinding geli dan nyaman.Gara mengulum dan menyedot puttingnya sambil memainkan sisi yang lainnya.Rosa menahan desah agar Yosa tidak bangun. Gara lalu memadang Rosa dengan bibir basah itu."Aku nggak minta yang bawah kok,aku bakalan nikahin kamu dulu baru nyoblos lagi.Kita main aman aja nggak usah sampai masuk." Rosa hanya diam dengan perkataan Gara.Gara tahu diri tidak mau sampai kelewatan seperti waktu itu walau menahan gejolak nafsu ini akan membuatnya sangat sakit kepala atas bawah. Gara lalu mencumbu bibir Rosa sambil mengepal d**a Rosa.Tangan Rosa ia bimbing untuk mengelus miliknya yang sudah ia keluarkan dan tegak itu. Rosa mengelus naik turun milik Gara dengan tangan halusnya.Sejujurnya ia juga sangat menahan kenikmatan ini.Sensasi semakin dapat karena mereka melakukan sembunyi sembunyi saat Yosa tidur. Milik Gara semakin tegang,ia lalu memandang Rosa."Dikit lagi,tolong kencengin ya." Rosa mengerti maksud Gara lalu mengocok lebih kuat hingga lahar panas milik Gara menyembur tangannya dan ia bibir Gara masih di mulut Rosa saat itu menahan nikmat. Rosa dan Yosa merapihkan pakaianya.Keduanya lalu mengapit Yosa saat tidur dan memandangi Yosa. *** Roger benar benar buntu mencari keberadaan Rosa.Instingnya mengatakan ia untuk pergi ke rumah lama Gara. Roger mengikuti instingnya dan pergi kesana.Ia mendapati ada mobil Gara disana. Langsung saja Roger menerobos masuk dengan paksa. Ia tidak melihat siapapun karena semuanya berada di kamar.Roger langsung naik ke atas menuju kamar Gara. Dan benar saja feelingnya,Ia melihat Yosa,Rosa,dan Gara tidur bersama di ranjang itu. "KURANG AJAR!"Suara Roger meninggi dan membangunkan ketiganya. "Papa."Yosa sangat kaget melihat wajah berang ayahnya. Rosa lekas memeluk Yosa dan Gara lalu berdiri."Mau apa kamu kesini hah!!Jangan cari gara gara ya!" "Kamu!"Roger menunjuk Gara."Jangan dekatin anak isteri aku!" "Nggak salah?Anak isteri kamu bilang?Mantan isteri kali!!!Jangan kamu ganggu mereka!"Gara marah pada Roger. "Rosa!Kamu jangan ngelunjak ya.Aku bakalan ambil Yosa kalau kamu sampai jadi sama laki laki tengil ini!"Roger lalu mengancam Rosa. "Nggak!Nggak akan,aku nggak akan biarin Yosa jatuh ke tangan kamu."Rosa menentang sambil memeluk erat buah hatinya. "Kalau gitu,kamu juga nggak boleh jadi milik siapapun selain aku!"Roger bertambah maju berapa langkah. "Woiy!Songong!Psikopat gila!Emangnya kamu tuh siapa Rosa sih?Nggak malu ngemis cinta sama yang udah nggak suka sama kamu?"Gara tentu pasti ikutan terbakar amarah. Yosa lalu menangis."Mama,Yosa takut ma."Yosa benar benar di buat sedih oleh para orang dewasa ini. Roger,Gara dan Rosa akhirnya iba dan sadar.Tangis Yosa pecah memenuhi ruang kamar ini.Semua meredam emosi masing masing. Ketiga lalu memutuskan bicara ditempat lain yang lebih nyaman.Mereka memilih bicara di sebuah lesehan tempat makan yang cukup tenang. Hati Roger teriris saat melihat Yosa lebih memilih di pangku Gara dibanding dirinya.'Yosa,apa papa seburuk itu sampai pangkuan pria lain lebih buat kamu nyaman dibanding sama papa?' Rosa melihat tatapan kekecewaan di wajah Roger.'Maaf bang,semua udah berubah dan Yosa memang lebih nyaman sama Gara,begitu juga dengan aku.' Pembicaraan dimulai. "Rosa,mama aku jatuh dari kamar mandi dan kena gegar otak.Aku mau kembali ke Medan untuk sementara waktu.Aku niatnya mau ajak kamu dan Yosa."Roger menatap Rosa penuh harap. "Bang,kita ini udah bukan suami isteri.Aku nggak bisa kayak dulu lagi sama kamu.Aku turut prihatin sama musibah yang nimpa orang tua kamu."Tolak Rosa halus. "Rosa pleasee.Aku rela sujud dan cium kaki kamu kalau perlu.Aku juga bisa tarik talak 3 aku waktu itu." "Bang,kata talak itu bisa keluar tapi nggak bisa di tarik lagi bang.Ibarat udah mati nggak bisa hidup lagi.Aku juga lebih nyaman kayak gini bang."Rosa menolak lagi dengan lebih tegas. "Iya,papa pulang aja sendiri.Yosa udah punya nenek dan papa baru disini.Mama juga senang dan nggak sedih lagi."Yosa buka mulut kali ini. Gara mencoba tenang karena iba pada Roger yang ibunya tertimpa musibah."Roger,kamu pergi aja.Yosa dan Rosa bakalan baik baik aja disini." "Kamu mau manfaatin kesempatan ini kan!"Roger tetap panas walau nada bicara Gara santai. "Jujur,kamu setuju atau nggak,aku akan tetap nikahin Rosa.Aku nggak akan lepasin dia lagi Roger." Roger memejamkan mata menahan hati pada perkataan panas Gara yang melintasi kupingnya.Roger mengepalkan tangan geram.Ia tidak akan bisa menerima jika Rosa yang ia cintai dinikahi pria lain dan merebut cinta juga kasih sayang Yosa dan Rosa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD