Bab 30. Taruhan

1488 Words

"Gila, Ben. Dia masih virgin," ucap Axel sesampai ruangannya pagi itu sembari duduk di kursi utama. Beni yang juga baru datang masih tidak mengerti siapa yang dimaksudkan oleh sahabat sekaligus atasannya itu. "Siapa yang lo maksudkan?" tanya Beni bingung. "Siapa lagi kalau bukan Zea?" sungut Axel kesal. "Maksud lo? Kalian berdua sudah--" "Iya, tadi malam. Gue bener-bener nggak bisa menahan hawa nafsu gue. Ternyata obat perangsang yang diberikan Flora masih bereaksi saat gue sampai di rumah." "Kok bisa? Bukannya tadi malam lo udah tenang dan bisa mengendalikan nafsu lo?" "Memang, sih. Gue pikir pengaruh obat itu sudah hilang. Tapi saat sampai di rumah, gue ngelihat Zea sedang berganti baju di kamar. Tubuhnya terekspos tanpa sehelai benang pun. Astaga, Junior gue yang udah susah pay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD