Deru mesin mobil memasuki garasi rumah membuat wanita beranak dua menoleh ke sumber suara. Tidak lama kemudian pintu penghubung garasi rumah dengan ruang tengah kediaman Dirga Pratama terbuka. Muncul lelaki berumur lima puluh enam tahun memakai setelan kerja berwarna hitam dipadukan kemeja putih gading. Lelaki yang memiliki wajah persis Nata berbeda generasi mengerutkan keningnya. Senyuman hangat istri tercintanya menyambut kepulangan lelaki tampan itu. Di belakang suaminya, sopir pribadi lelaki itu menyerahkan tas kerja tuan besarnya kepada nyonya rumah tempatnya bekerja. “Selamat datang di rumah, Papi,” ucap Resty memberikan pelukan hangat kepada suaminya. Dirga membalas pelukan istrinya, lelaki itu memberikan kecupan di kening Resty untuk mengurangi sedikit kerinduannya kepada wanita

