Narend membuka pintu toko. " Selamat datang.... " seru Mia, " Eh, Pak Narend. " " Sendirian, Mia? “diedarkannya pandangan, " Winda atau Riska dimana? " " Di atas, Pak.... beresin barang barang kak Naya. " " Kalau begitu aku naik dulu. Tolong kabari mereka. " " Siap, Pak.... " " Thanks. " Narend keluar dari toko menuju lift dan ikut dalam antrian pendek disana. " Masuk, Pak.... sudah disiapkan kok. " Riska membuka pintu dalam hitungan kelima setelah Narend mengetuknya. " Sini biar aku bantu. " tersenyum lega melihat gadis itu membiarkan pintu unitnya terbuka. Seperti pada kedatangannya waktu itu,mereka membiarkan pintu unit terbuka, dan itu juga berlaku ketika ada Andre atau Rio disana. Hmmm.... gadis gadis ini mampu menjaga diri dan nama mereka " Kelihatannya sudah semua, Pak

