Rumah Kita

963 Words

Narend menurunkan koper dan travel bag ketika kereta memasuki stasiun, " Santai aja, biar mereka duluan." Naya mengangguk sambil membenahi tas punggungnya, " Mobil diparkir di stasiun, Kak?" " Gak, kemaren dibawa Bimo." " Jadi? “ Narend memasukkan ponsel le dalam saku setelah membalas pesan, " Bimo di depan, nanti kita turunkan dirumah tante Mirna. Rani dan anaknya disana. " diedarkannya pandangan, " Yuk, sudah longgar. " Naya mengikuti langkah Narend, tersenyum kikuk ketika lelaki itu meraih tangannya setelah meletakkan travel bag diatas koper dan mendorong dengan tangan kanannya. " Naya bukan anak kecil lagi, ngapain digandeng terus? Takut Hilang? “ ledek Bimo sambil membuka bagasi. Narend hanya mendengus, " Masuklah, panas. " dibukanya pintu belakang untuk Naya. Bimo geleng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD