Naya membuka pintu bergambar siluet perempuan itu, mengagumi tatanan yang simple tapi sangat berkelas dari ruangan toilet yang dipenuhi keharuman lembut. Seorang perempuan dengan dress biru langit tampak tengah mencuci tangannya di wastafel. Keduanya melempar senyum sebelum Naya begegas memasuki bilik kecil untuk menuntaskan hasratnya. Sasi, perempuan itu menunggu Naya keluar dengan bimbang. " Hai.... keluarga mempelai ya? " sapa Naya sambil mencuci tangannya. " Iya, kok tahu? ' " Seragamnya. " Naya nyengir. Dia menyenangkan... tapi bagaimana kalau dia tahu..... " Aku Naya, kak.... " Sasi tergagap saat Naya mengulurkan tangannya, " Oh.... ehm aku Sasi. " Mata Naya melebar, membuat Sasi gelisah.... Dia tahu....Tapi ketakutan itu sedikit luruh ketika senyum. perempuan dihadapan

