" Kami duluan, ya." Narend bangkit dari duduknya diikuti Naya. " Masih sore, ngapain buru buru pulang ?" George mencoba menahan. " Kami masih ada satu undangan lagi.' ujar Narend ," Sasi, kita ngobrol lain kali." Sasi mengangguk ," Baiklah, kita jadwalkan. Nomorku sudah ada di istrimu." Naya mengangguk ," Nanti kontak kontakan ya kak. Kami pergi dulu, keburu malam." dilambaikannya tangan lalu mengikuti langkah Narend keluar dari gedung yang masih ramai " Jauh gak sih Kak ?" dipasangnya safetybelt. " Gak terlalu, kenapa ?" Narend menjalankan mobil perlahan keluar dari area parkir. " Mau telepon nenek." Naya menggoyangkan ponselnya ," Tadi nenek kirim pesan pas didalam sana." " Telepon saja." Naya mengangguk ," Nenek ......" sapanya saat wajah yang dirindukannya itu muncul di layar

