Pamer Yang Sesungguhnya

565 Words

Gurat lelah mulai menembus lapisan make up diwajah Naya setelah beberapa jam tidak henti menebar senyum dan sapa pada tamu yang terus menerus berdatangan. Kolega bisnis Narend, Rekan dosen dan staff kantor, teman teman Naya, belum lagi keluarga besar yang menyempatkan hadir karena tidak dapat hadir pada pernikahan mereka beberapa waktu yang lalu. " Istirahatlah." " Tapi masih banyak tamu." Narend tersenyum ," Ambillah kesempatan istirahat dengan menemani nenek. Nenek juga mulai lelah." " Baiklah." " Ayo." Narend membantu Naya mendekati meja tempat para tetua berkumpul setelah memberi tanda pada staff wedding Organizer untuk memberi jeda sebentar. " Nek ......." Naya mengambil tempat disamping neneknya ." Sudah pucet itu, waktunya istirahat." " Nenek gak apa apa ..." " Ish ... gak

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD