Ini Baru Kencan

1297 Words
Riska bergegas membuka pintu, tersenyum lebar pada sosok yang berdiri disana dengan celana casual warna khaki dan kaos putih ,” Masuk Pak, Naya lagi dandan.” “ Dandan apaan...” Yang dibicarakan keluar dari kamar dengan dress putih bercorak bunga bunga kecil berwarna biru lembut ,” Kami pergi ya …" diraihnya tas dan sepatu kanvas birunya. Narend tersenyum tipis ,” Ayo … Kami pergi dulu ya.” Riska dan Winda melambaikan tangan, sampai keduanya masuk kedalam lift. “ Kita mau kemana ?” “ Kencan.” Naya mengangkat wajahnya, sejenak menatap lelaki dengan senyum miring disampingnya sebelum mencoba berkonsentrasi pada ujung sepatunya. Narend mengeluarkan tangan dari saku saat pintu lift terbuka. Beberapa orang masuk membuatnya bergeser mendekati Naya disudut ruangan, menatap ujung kepala yang tetap menunduk sambil mempermainkan tali tasnya .” Ayo.” tersenyum tipis melihat bahu Naya menegang saat ia meraih punggungnya, membawanya keluar. “ Kita mau kemana ?” Naya memasang safetybelt. “ Kangen pantai gak ?” Naya mengangguk cepat ,” Yah, kenapa gak bilang dari tadi ?” “ Kenapa ?” “ Tahu gitu tadi bawa baju ganti.” “ Emang mau mandi air laut ?” Naya meringis ,” Biasanya gak niat mandi, tapi basah itu hampir pasti.” Narend tertawa ,” Gampang, kita beli disana nanti.” ditunjuknya kantong kertas diatas dashboard ,” Tolong sarapanku.” “ Kakak belum makan ?” “ Tadi sekalian beli, kamu sudah sarapan ?” Naya mengangguk sambil membuka kemasan sandwich ,” Nih …" Narend sedikit memalingkan wajahnya dengan mulut terbuka. “ Apaan … makan sendiri.” “ Aku nyetir, ini lumayan rame jalannya.” Naya cemberut sambil menyodorkan sandwich ke mulut Narend ,” Mana ada Pak Narend cowok kulkas … kalau ada yang lihat reputasimu bisa jatuh, kak.” Narend tersenyum dengan mulut penuh ,” Emang kenapa ? Lebih suka cowok kulkas ?” Naya tertawa ,” Member NL bisa berkurang drastis … mereka lebih banyak yang penasaran dengan sikap sok dinginmu.” “ NL ?” “ Fanbase mu di kampus … tuh Riska salah satu membernya.” Narend mengernyit sambil memberi tanda minta disuapi lagi. “ Dan dia sekarang merasa jadi orang penting di groupnya.” “ Karena kamu dan aku ?” Naya mengangkat bahu ,” Tapi dia masih bisa menahan diri untuk tidak membuka aibmu …" Narend menarik rambut Naya pelan ,” Aib darimana ?” “ Jahil, kolokan, sedikit narsis …. jauh dari citramu di NL.” Narend mendengus ,” Kamu tahu Opa sama papa juga begitu.” “ Cuma kak Jendra yang tidak berkepribadian ganda.... Awww” teriak Naya ketika Narend menarik ujung hidungnya. “ Gak sopan ngomongin orangtua begitu.” “ Udah ngerasa tua, ya kak ?” “ Hmm … maksudku ngomongin Opa sama Papa.” Naya mencibir ,” Aku gak ngomongin dibelakang, Opa dan om Hendry gak marah kalau aku bilang gitu … paling dijitak.” Narend tertawa ,” Calon menantu kurang ajar.” gumannya gemas. “ Hah ? Apa ? Telan dulu baru ngomong.” Narend menggeleng dengan bibir menutup rapat … sabar Narend, pelan pelan ….. Naya menambah volume radio dan ikut bersenandung sambil sesekali menyuapi Narend sampai sarapan dan minumannya habis. “ Sebentar ya, ada telepon.” Narend meninggalkan Naya yang bermain air bersama anak anak setempat ,” Ya Ran …" “ Kamu dimana ?” “ Lagi di pantai.” “ Oh …? Sama Naya ?” Narend mengguman sambil duduk dibawah pohon ,” Ada apa ?” tanyanya saat Rani terdiam. “ Marinka ….. sebentar, dengarkan dulu.” seru Rani cepat saat mendengar Narend mendengus. “ Orangtuanya datang, ingin menemuimu.” “ Apa urusanku ?” “ Dia selama ini mengatakan sudah pacaran sama kamu pada orangtuanya.” “ Lalu ?” “ Dia minta tolong ….” “ Gak …. gak usah drama, aku gak mau terjebak.” potong Narend ,” Kalaupun memaksa aku akan menemui orangtuanya dan akan menceritakan semua kebenarannya, termasuk sejauh apa dia mempermalukan dirinya sendiri di hadapanku dan penghuni kampus.” “ Narend … orangtuaku sakit.” terdengar suara Marinka ,” Aku minta tolong sekali ini saja.” Narend menghela nafas, mencoba mengabaikan suara bercampur isak itu ,” Maaf … tidak akan. Kalau orangtuamu sakit kamu harus mencari cara untuk aku tidak bertemu mereka, dan silahkan mengarang cerita lain untuk menenangkan mereka … “ “ Narend …..” “ Cukup Marinka …. aku bukan orang yang bersedia berbohong untuk hal seperti ini. Dan aku sama sekali tidak bersedia menanggung rasa bersalah karena kebohonganmu. Berikan pada Rani.” “ Narend ….” “ Ini terakhir kalinya, Ran …. Aku capek dan kamu tahu pasti aku benci cerita seperti ini.” dimatikannya ponsel. “ Ada apa ?” Naya menatap lelaki yang tidak menyembunyikan kekesalannya sambil membaca pesan di ponselnya. “ Nih ….”Narend mengulurkan ponselnya ,” bacalah.” Naya membaca pesan panjang dari Marinka ,” Tidak ingin menolongnya ?” “ Dan akan terjebak didalam kebohongannya ? Kemudian kalau suatu ketika ketahuan dan terjadi apa apa dengan orangtuanya aku akan terjebak dalam rasa bersalah.” Narend menghela nafas ,” Dengan karakternya, aku bisa membayangkan dia akan mencoba mengikatku dalam kebohongan berikutnya kalau aku mengiyakan. Seperti …..” “ Sudahlah … kalau gak mau ya gak mau. Kakak gak wajib memberikan penjelasan.” Naya mengulurkan ponsel Narend ,” Aku sendiri juga gak akan mau melakukannya.” dikibaskannya gaun yang basah ,” Lapar.” Narend tersenyum dan berdiri ,” Kita beli baju ganti dulu baru makan.” diraihnya tangan Naya ,” Masuk angin kamu nanti.” “ Ehm …. kak, emang mau nyebrang ?” “ Hah, nyebrang ?” Naya menggoyangkan tangannya ,” Gandengan kayak mau nyebrang.” “ Nyaman begini.” Narend tertawa kecil ,” Atau mau seperti mereka ?” ditunjuknya sepasang anak manusia yang berpelukan menyusuri sepanjang pantai. “ Ish …. “ Naya terpekik ketika mengikuti pandangan Narend dan menemui keduanya sedang berciuman. Narend tertawa ,” Emangnya sahabatmu gak begitu kalau pacaran.” Naya nyengir ,” Sesekali begitu … tapi aku siap menimpuk mereka kalau melakukannya didepanku.” “ Ngiri hah ?” Naya mencibir ,” Nganan.” sahutnya sambil melangkah cepat ke sebuah toko pakaian. Narend mengikutinya sambil tersenyum ,” Mau yang mana ? Ambil aja dua duanya.” ujarnya melihat gadis itu menimbang dua celana. “ Emang mau pakai dua celana ?” sahut Naya lalu mengambil celana katun warna krem dan kaos biru gelap ,” Aku ganti dulu ya kak …" Ujarnya sambil berlalu. Narend menurunkan gulungan celananya ,” Mbak … kaos seperti itu ada yang seukuran saya ?” Penjaganya tersenyum ,” Mau couplean ya mas ?” godanya sambil mengulurkan kaos senada. Narend mengangkat sudut bibirnya ,” Berapa ?” “ Mari …" sahutnya mendahului ke meja di bagian belakang toko. “ Sudah, kak …..” Naya menatap Narend yang bersandar di dinding sambil menatap keluar ,” Kayak lagi karyawisata.” bisiknya sambil menunjuk kaos mereka berdua. “ Ini couple, bukan seragam karyawisata. Dasar.” dijentiknya dahi Naya. Naya mengusap dahinya sambil tertawa ,” Sudah dibayar ?” tanyanya saat Narend mengajaknya keluar. “ Menurutmu ?” “ Makasih …. tahu gitu tadi ambil yang paling mahal.” “ Matre …" Naya tergelak ,” Realistis kak …" Narend tertawa pendek, menggenggam tangan kecil ini begitu menenangkan … tidak perlu was was saat bersamanya … ,” Makan disana aja ?” Naya mengangguk dan melangkah cepat ke meja kayu dibawah pohon.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD