Hening. Hanya suara napas yang terdengar dari kedua belah pihak. Aselia menggenggam ponselnya erat, nyaris membuat sendi tangannya memutih. Wajah Adipati di layar terasa begitu jauh, meski hanya berjarak satu panggilan video. “Aku mengenalnya…” kata-kata itu masih berputar di benak Aselia. Ia menelan ludah, lalu berusaha menegakkan bahu. “Kalau begitu… ceritakan semuanya, Mas. Aku tidak ingin potongan, aku ingin seluruh kebenarannya.” Adipati menutup mata sejenak, seperti sedang menyusun keberanian. Saat ia kembali menatap Aselia, ada sorot mata yang tak pernah ia lihat sebelumnya, ada sebuah campuran penyesalan dan rasa takut. “Regina Althea… dulu adalah seseorang yang sangat berarti bagiku,” ucap Adipati lirih. “Bahkan lebih dari itu. Dia pernah menjadi bagian dari hidupku, jauh sebe

