"Dia bunuh diri sebelum kami masuk ke dalam kamar itu," ujar Leo. Glik Bunyi gemeletuk gigi-gigi Randra, terlihat jelas bahwa pemuda itu sangat murka. "Seharusnya aku yang mencabik-cabiknya," desis Randra penuh dengan api kemarahan. "Yang ada hanya putri bungsunya saja, dia terlihat begitu syok karena menyaksikan ayahnya bunuh diri," ujar Leo. Randra menaikan sebelah alisnya. "Lalu dimana dia?" "Polisi sudah mengamankannya beserta jasad ayahnya, putri bungsunya sudah tiba di rumah sakit Bayangkara tadi siang," jawab Leo. Randra menaikan sebelah alisnya. Pemuda itu melambaikan sebelah tangannya, tanda agar Leo pergi dari situ. ♡♡♡ "Aaaaaaaa!" "Tidak! Aaaa! Tidak! Suamiku! Suamiku!" "Aaaaa! Tidak! Tidak! Tidak!" Mendaline berteriak histeris ketika melihat jasad sang suami ya

