Satu tahun kemudian. "Hiks...hiks..." terdengar suara isakan seseorang. Hap Randra memeluk orang yang menangis itu. "Sayang, siapa yang membuatmu menangis?" Randra bertanya, ia menahan emosinya. Gleng gleng Moti hanya menggeleng. "Sayang...katakan siapa yang berani menyinggungmu?" Randra bertanya sekali lagi. "Hiks..." Moti mendongak dan menatap Randra. Tatapannya mengandung rasa takut dan khawatir. "Ran..." Moti membuka suara seraknya. "Momok...Momok..." suara serak itu terhenti, ragu-ragu untuk lanjut. "Itu...em...dokter...dokternya bilang...Momok...Momok susah hamil--," Cup Randra tak kuasa mendengar lanjutan kalimat dari sang istri. "Moti...jangan menangis..." ujar Randra serak. Flashback "Ehm..." dokter Wijaya, seorang ahli ginekologi sedang memikirkan cara bagaimana

