16. Surat Laknat

1097 Words

  Seharian ini pekerjaan mengalir tanpa henti. Beberapa proyek terindikasi melakukan money laundry. Seluruh staf finance dan akunting dipaksa lembur memeriksa laporan keluar masuk dana pada proyek-proyek itu. Kepalaku rasanya mau pecah menyelesaikan tumpukan berkas dan email yang membludak masuk. Lesu aku memutar kenop pintu unit apartemen. Lampu masih terang, padahal ini sudah jam setengah sebelas. Apa hippo bodoh itu belum tidur? "Kamu ke mana?" Pertanyaan sambutan yang aku terima, saat menemukan sosok perempuan di sofa ruang tamu. "Kerja." Aku memasukkan sepatuku ke dalam rak. "Sampe jam segini?" "Ya." "Nggak ngasih tau aku?" Ini perasaanku saja atau benar suara perempuan bodoh itu bergetar? Aku tidak bisa memastikan kondisinya. Dia menundukkan kepalanya. Mataku turun ke arah fo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD