Chapter 76

1015 Words

Ben yang mendengarkan hanya terperangah, dirinya hanya pasrah. Tatapannya begitu pasrah dengan wajah yang menunduk. Ben hanya mencoba menjelaskan kepada Prass tentang apa yang terjadi, lagipula apa yang ia terima pun kejadian yang sangat mendadak. Masih dengan alasan mendadak dan klise, Prass tidak mau menerimanya dan Ben tidak bisa membantahnya. Prass seseorang yang keras. “Saya sudah bilang sama kamu, jangan pernah membawa Monica dalam keadaan lecet dan jangan pernah memberikannya kepada pria asing. Monica selama ini selalu dikejar banyak pria, tidak boleh ada yang menyentuhnya kecuali saya. Apa kamu bisa memahaminya, Ben? Pergilah ke Bali, mungkin kau bisa bekerja dengan Dana. Selama ini kau membocorkan rahasia keberadaan Monica di Jepang ke Dana, jika kau mau silahkan sekarang bekerj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD