Masih dengan wajah yang lelah, masih dengan aroma tubuh yang bau asam, Monica terlihat lelah dan mengantuk. Dirinya membuka selembar amplop cokelat yang diberikan William kepadanya ketika bekerja, “Prass? Bagaimana ini, kenapa gw harus bertemu sama si Prass lagi? Enggak mungkin gw cerita sama si Yolanda dan Kikan, sedangkan gw sudah enggak bisa keluar dari pekerjaan. Dendanya besar.” Monica kebingungan, suasana rumah begitu sepi. Hanya ada dirinya dan juga suara ac yang menyala di ruang keluarga. Monica meregangkan otot-ototnya untuk bersantai, dirinya malas untuk bangkit karena lelah. Monica mengambil amplop cokelat tersebut dan memasukkan ponsel miliknya kedalam tas. Monica menghela napas panjang. Dirinya membuka pintu kamar dan menutupnya. Hanya ada suara kunci kamar yang ia kunci dari

