Chapter 79

1015 Words

Monica keluar dari ruangan dengan wajah yang sembab, air matanya yang keluar dari kelopak mata memudarkan make up miliknya. Monica menanyakan tempat kamar mandi di kantor D Corporation, dirinya pergi ke ruangan kamar mandi wanita untuk menyeka wajah. Dengan langkah kaki yang masih gemetar, Monica masih mengeluarkan keringat dingin dari telapak tangannya. Dirinya menyeka wajah ketika berada didalam ruangan kamar mandi wanita. Masih di westafel, Monica menghela napas panjang, dirinya menyeka kedua matanya. Hanya ada selembar tisu yang menyeka wajahnya yang basah. Monica menutup mata ketika dirinya melihat dirinya didepan cermin yang besar, sesekali kedua matanya terbuka. “Prass,” panggilnya dengan lirih. Kamar mandi begitu sepi tidak ada karyawan staff lainnya. Monica membereskan kembali ri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD