Ben hanya terdiam ketika dirinya melihat ekspresi Monica, wajah polos dan lugu itu membuat Ben semakin tidak tega untuk melancarkan aksinya maam ini, tapi nasi sudah menjadi bubur. Monica adalah milik Prass Devano, bahkan beberapa karyawan mengetahuinya termasuk William. “Ya enggak bagaimana juga, Mo. Lagipula kerja nya juga sebentar paling pindah hanya beberapa bulan saja enggak lama juga,” tutur Ben sembaring melanjutkan percakapan dengan memegang salah satu map yang ia ambil dari dalam dus. “Hm, tetap aja gw sendirian disini, Za. Lagipula, gw kan masih baru disini. Cuma enggak apa-apa kalau lo pindah kerja karena lo juga berhak untuk semakin banjir rezeki,” Monica membuka lotion miliknya, dirinya menjawab Ben dengan memakai lotion yang ia bawa dari rumah. Tercium aroma bengkoang serta

