Setelah Ayi dan papa Andre pulang ke Surabaya dengan keadaan Ayu yang lebih baik dari sebelumnya begitupun dengan butik Safana yang tutup begitu lama. Saatnya mama Dinda dan Indah berbenah untuk mempersiapkan butik buka seperti biasa mama Dinda dan Indah menuju butik sesampainya di butik hanya beberapa satpam yang berjaga
" Selamat pagi bu " sapa pekerja satpam seluruh
" iya pagi . ada kejadian aneh gak selama butik kita tutup " tanya mama Dinda
" Untuk sampai saat ini tidak ada bu " Jawaban dari pak Indra
Indah dan Mama Dinda menuju ruang kantornya hanya untuk memeriksa data yang sempat tertinggal cukup lama selama Ayu trauma. Setelah Ayu di tangani oleh dokter psikologi membuatnya jauh lebih baik bahkan sudah lebih ceria membuat mamanya bisa kembali ke butik . Indah yang mulai mengerjakan file file dalam bukunya yang Indah pindahan pada komputernya
Tik tik tik tik suara ketikan komputer yang begitu jelas dengan sungguh sungguh Indah mengerjakan sedangkan Mama Dinda melihat jahitan para penjahit yang sudah selesai ada benang yang keluar dari rutenya Mama Dinda memeriksa dengan teliti satu persatu sisi di teliti nya.
Indah yang seketika berfikir tentang keadaan Ayu setelah nanti bekerja mama Dinda yang melihatnya membuatnya bertanya dengan yang masih memeriksa jahitan itu
" Indah" panggilan itu dari mama Dinda dengan menepuk bahu Indah
" i iya bu " jawaaban terbata bata dari mulut Indah
" Kamu kenapa ? apa yang kamu pikirkan? " tanya mama Dinda
" Kepikiran dengan Ayu bu. Kejadian ini hampir sama apa yang terjadi dengan adik saya dulu bu di sukabumi karena seperti ini membuatnya tidak kuat hingga ia mengakhiri hidupnya di sebuah bangunan tua tak jauh dari rumah. Apakaah Ayu akan kuat bekerja nanti bu di sini " jawaban berkaca kaca dari mata Indah yang sayang dengan Ayu
"Semoga saja Ayu kuat dengan ini semua memang berat tapi kan harus di lawan. Udah selesai belum kalau udah kita pulang ajak Ayu keluar " ucap Mama Dinda
Indah langsung mengangakat telefonnya untuk ayu bersiap siap pakai pakaian yang bersih
Haloo
Ayu 20 menit lagi kita pulang kamu siap siap ya pakai pakaian yang bersih. kita jalan jalan
iya
Masih dengan jawaban yang begitu singkat dari mulut Ayu yang belum bisa mengubahnya karena traumanya Mama dan Indah mengerti dengan itu semua. Setelah selesai urusan mereka di butik dan menuju mobil yang sudah terparkir di depan butik melintang dengan penasaran Pak Hilman kepala satpam yang penasaran dengan Ayu
" ibu Dinda sudah selai bu" tanya pak Hilman yang membuka pintu butik
" Sudah pak. Besok pagi tirai tirai mulai di buka ya pak dan undang seluruh karyawan untuk kembali bekerja besok" seru bos Dinda dengan memberikan amplop coklat
" iya baik bu. Bagaimana dengan keadaan Non Ayu bu " tanya pak Hilman yang masih memegang gagang pintu
" Jauh lebih baik meskipun sesekali masih suka berteriak " jawab bu Dinda
Sesampainya di rumah Ayu yang sudah menggunya sedari tadi langsung saja ayu naik mobil yang sudah terparkir di depan
" iiiih lama banget katanya 20 menit ini lebih " gerutu ayu yang memanyunkan bibirnya
" ya namanya aja jalan ya agak macet " jawab Indah yang sambil meyetir
Di perjalanan Ayu menikmati perjalanan dengan seksama sampainya di sebuah wisata alam dengan takjub Ayu melihat wisata tersebut bak tak pernah melihat wisata itu membulatkan matanya
" Waaah bagus banget kak ini wisatanya." ucap Ayu yang kegirangan
Ayu yang berjalan sediri menikmati wisata alam juga di awasi oleh mama dan Indah yang berada tak jauh darinya. Tanpa sengaja Ayu menabrak seseorang karena ia berputar putar hingga terjatuh dalam pelukan pemuda dengan langsung Ayu memundurkan 5 langkah dari pemuda dan Mamanya langsung menghampiri Ayu
" Kamu gak papa. ? Ada yang sakit " tanya mama dengan membenarkan pakaian Ayu
Ayu hanya menutup dadanya dengan kedua tangan di sila. mambuat pemuda paham apa yang telah dilakukannya salah
" Tante saya minta maaf ya sebetulnya saya tidak sengaja menabrak anak tante. " ucap pemuda dengan menundukan pandangannya
" Udah gak papa mas, lagian Ayu juga salah ia kegirangan berada di sini . jadi jangan menyalahkan diri sendiri" Indah menepuk salah satu bahu Pemuda
" Tapi maaf tante sebelumnya ya. Saya melihat Ayu seperti itu apakah ia pernah mengalami trauma ? Oo ya tante peekenalkan saya Odi dokter spikologi di klinik Tempura jika tante berkenan datang kesana untuk membahas keadaan Ayu " jawab Odi
" ibu sudah ada spikolog tapi keadaannya masih sama tak ada perubahan drastis. Hanya sudah tidak sering menangis saja yang ibu amati. Jika tidak keberatan nak Odi bisa seminggu sekali atau sebulan sekali untuk memantau Ayu. Datanglah ke Perumahan Permata no 5 " jawab Mama Dinda
Dengan segera mama Dinda mengulurkan kartu nama yang diambil dari tasnya. kemudian melanjutkan perjalanan keliling wisata alam sudah 3 jam mereka berada di wisata membuatnya lapar menuku warung makan kecil kecil yang menjual dagangannya Indah memesan makanan dan Bu Dinda serta ayu menunggu di bawah pohon yang besar
" bu Pesan Bakso spesial 2, Soto ayam 1 sosis bakar sedikit kecap 5 tusuk , teh hangat biasa 2, dan teh jahe sedikit gula 1 ya di antar ke pohon besar itu " seru Indah
Indah menuju pohon besar dan di ikuti rombongan pelayan warung makan. Ayu yang melambai lambaikan tangannya
Indah menujunya
" Pesanan kamu banyak banget Ndah kan ibu belum memberimu bayaran " tanya mama Dinda
" Ada laah bu kan sekarang Indah udah gak pikir kostan bu jadinya masih cukup untuk satu bulan lagi " jawab Indah menaruh tas slempangnya
Sambil menikmati makan di cuaca yang dingin membuatnya menikamti dengan lahapnya Indah hanya memandang cara Ayu makan mengingatnya pada Adiknya jika masih hidup
Selesai makan menuju parkiran mobil dan kembali ke rumah . Hari yang cukup lelah bagi mereka membuat Ayu tertidur di mobil kursi tengah. Sesampainya di rumah mama membangunkan Ayu yang tidak bangun bangun membuatnya mempercikan air ke muka ayu
" Basah basah " ucap Ayu mulai membulatkan kedua matanya
Ayu turun dari mobil dan menuju kamarnya untuk beristitahat begitupun dengan Indah
Setiba di kamar Ayu yang merebahkan badanya di kamarnya yang melintang
Sebelumnya tidur Ayu membersihkan pakaiannya yang ada di kamarnya yang kotor.
Hachu Hachu membuat hidunga memerah
" Aduuuuuh gatel banget ini gidung udah kaya badut" ucap Ayu yang mengaca menepuk kedua pipinya
Membuat Ayu untuk beristirahat dengan flu yang menyerangnya
Ayu yang sudah terbangun meminum segelas air yang berada di kamarnya. Dengan kepala yang sudah pusing membuatnya segera meminum obat yang berada di kamarnya dan untuk tidur kembali agar besok sudah kembali segar