Sudah 1 tahun Ayu bekerja di sebuh perusahaan yang terkenal di kotanya. Ayu yang kini menjabat sebagai staf direksi yang bergerak di bidang properti . Ayu yang bekerja satu bagian dengan Intan juga merupakan teman semasa kuliahnya serta Rizqi
Hari cukup cerah untuk bekerja dengan baik sudah 3 bulan Ayu selalu di kerjain oleh teman kerjanya yang tak suka dengannya Ayu dengan polos selalu terima apa yang di lakukan seniornya terhadapnya .
Dalam penyampaian proposal yang di bawa Ayu menuju pak Wawan selaku atasannya dengan ramah Ayu membawakannya
tok tookk
" iya masuk"
" Permisi pak ini berkas yang bapak minta dan ini berkas yang harus bapak tandatangani " ucap Ayu yang menyodorkan dokumen
" Bagaimana kabar mama kamu sehat " tanya Pak Wawan dengan menatap Ayu
" Kabar mama baik pak. Bapak juga kerap di tanya oleh mama kapan bapak main ke rumah. katanya mama ingin bicara dengan bapak tapi kalau masahnya saya kurang paham pak " jawab Ayu yang menerima dokumen dari pak Wawan
" Ayu nanti ada pertemuan dengan anggota direksi kamu datang jangan sampai terlambat ya di lantai 8" seru Pak Wawan
Ayu kembali bekerja setelah di ruangan Ayu bekerja ia tak melihat ada yang aneh dari ruangannya dengan santai Ayu akan duduk Namun Boim OB di ruangan itu dengan menarik tangan Ayu
" mbaak Ayu jangam duduk " teriak Boim
" Kenapa" tanya Ayu
" Jangan duduk. Sebentar saya ganti kursinya " jawab Boim
Boim mengganti kursi Ayu ke kursi Shela yang selalu jahat padanya. Diam diam Boim mengganti kursinya
" Naah duduk laah sekarang sudah aman " ucap Boim yang membersihkan kursi
" Makasih looh mas. tapi apa yang terjadi ?" tanya ayu dengan menatap tajam
" Sebenarnya kursi tadi Mbak Shela usah kasih perekat di kursi mbak Ayu" jawab Boim yang tingak tinguk
Boim melanjutkan pekerjaanya begitupun dengan Ayu saat jam makan siang tiba Shela yang mengajak Dina ke cafe depan perusahaan
" Din, makan yuk depan Cafe " ajak Shela
" Ayoo " jawab Dina
Saat Shela bangkit dari tempat duduknya namun tidak dapat bergerak sama sekali mana perutnya lapar sekali . Dina yang menunggu Shela bangkit dari tempatnya
" Ayoo katanya laper malah duduk aja . Jadi gak nih " ucap Dini
" Tapi kursiku lengket " jawab Shela
Ayu yang pura pura melihat dan mendengarnya apa yang di bicarakan seniornya hanya lewat saja di sebrang jalan
" Dasar anak itu pasti dia " ucap geram Shela
Shela yang berusaha bangkit dari tempat duduknya hingga makan siang berakhir. Pak wawan memberi pengumuman di lantai 8 Semua sudah berkumpul kecuali Shela yang masih sibuk dengan kursinya
" Sudah kumpul semua ?" tanya pak Wawan
" Belum pak . Shela belum hadir " jawab Dina
Semua menunggu Shela yang cukup lama akhirnya tertemu di lantai 8 dengan Shela mengenakan rok bagian belakang berlubang cukup besar
" Shelaa kemari " teriak Pak Wawan
Shela menghampiri pak Wawan dengan wajah penyesalan dan malu
" Udah telat masih berani kamu kesini " ucap Pak wawan
" Udah pak marahnya nanti kita di kumpulkan di sini ada hal apa pak " tanya Dena
Shela kembali ke tempat yang bersebelahan dengan Dina dengan di tertawakan seluruh anggota direksi
" Baik akan saya sampaikan hal penting di sini . melihat kinerja Ayu yang lebih baik dengan prestasi yang dia miliki dari pada Shela maka dari itu saya memutuskan untuk mencopot jabatan Ayu sebagai staff dan menggantinya sebagai sekretaris pribadi saya" ucap tegas pak Wawan
" Saya tidak pantas di posisi itu pak. Biarkan saja saya di posisi lama pak" jawab Ayu
" Tidak boleh menolaknya jika kamu menolak ya sudah kamu tinggalkan perusahaan ini " ucap kembali Pak.Wawan
Membuat Ayu menundukan pandangannya di hadapan semuanya. Karena perusahaan ada acara perayaan di peruahaan Cipta mandiri membuat Ayu tidak kembali ke rumah karena Ayu sudah bawa persiapannya di dalam tasnya.
Dengan kelicikan Shela dan teman dekatnya Ayu di perlakukan layaknya b***k . Dan sampai di ujung acara teman prianya mengajak Ayu untuk menemainya di dapur perusahaan
kemudian di tutuo rapat rapat oelh teman pria Ayu
" Mau apa kalian membawa aku kemari " tanya Ayu pelan
" Kita minta jatah kamu layaknya istri kami " jawab Felix
" Jangan macam macam kau atau akan aku tusuk dengan ini " ucap keras Ayu
" Kita tidak akan menyakiti mu jika kamu mau memenuhi kewajibannya " jawab Hendro dengan mengambil pisau dari tangan Ayu
Perlahan Hendro dan Felix membuka kancing Ayu hingga terbuka seluruh kancing baju dengan berbagai perlawanan Ayu perbuat serta teriakan
Felix dan Hendro mulai melakukan aksinya Hendro memengang ke dua tangan Ayu
" Lepaskan aku . Lepaskan " teriak Ayu
Tak mereka hiraukan perlahan pakaian Ayu sesudah terbuka dan Hendro melihat kesemua sudut
" Aman!" ucap hendro
Felix mengeluakan sapu tangan yang berisi obat bius dan membawa Ayu ke kamar yang berada di gedung cipto mandiri membuat Ayu pingsan Sesampainya du kamar . Felix meletakan Ayu di sebuah kasur dengan tangan dan kaki Ayu terikat dengan kuat tanpa busana. Ayu mulai sadar dengan apa yang terjadi ini dalam fikirannya terlintas di masa Ayu mengalami pemerkosaan di angkot
" Kalian mau apa " teriak Ayu
" Seperti yang kukatakan sayang kau harus melayani kami" ucap felix yang membelai rambut Ayu
" Akan Felix bayar lakukan tapi kamu harus memenuhinya malam ini Yu " ucap Hendro
" Lepaskan aku !! " teriak Ayu
Felix mulai melepas seluruh celananya dan menaiki di atas ranjang tepat di atas tubuh Ayu perlahan Ayu kesakitan dengan perlakuan oleh Felix dengan mencium Ayu hingga pada akhirnya di puncak hasrat Felix hingga Ayu mengeluarkan darah .
Dengan lemasnya ayu sudah tak bertenaga Hendro pun melakukannya seperti yang di lakukan Felix hingga Ayu tak sadarkan diri. Hendro dan Felix meninggalkan Ayu di kamar tanpa busana serta melepas ikat yang berada di tubuh Ayu. Di tengah malam Ayu tersadar dan melihat keadaannya dan di sekelilingnya
" Aman sudah " ucap Ayu
Ayu terduduk di ranjang tanpa busana dan menggapai pakaian di sebelahnya . Ayu melihat keadaan k*********a dan merabanya
" Aku sudah tak suci lagi. Darah di mana mana" ucap Ayu
Ayu menuju sebuah kamar mandi dengan mengalirkan air dari atas kepalanya dengan shower yang mengalir dengan sesekali Ayu memegang arah kemalunya
" Dasar pria brengseknya udah merusak kesucianku " gumam Ayu
Ayu yang terus menangis hingga terasa ia sudah merasa pusing. Ayu mencari pakaian kering yang berada di lemari kamar. Ayu yang sedang menangis sambil menaiki anak tangga hingga di atas dengan udara yang cukup dingin Ayu menaiki tembok dengan keadaan pusing membuatnya terjatuh dari dinding sampai kearah bawah tepat di halaman perusahaan Cipto mandiri. Tak ada seorangpun yang menolong Ayu