mengantar kepergiananya

1385 Words
Di tengah malam adik pak wawan bersama Pak Wawan melewati perusahaan Citpo Mandiri karena Yogi akan mengambil berkas yang sempat tertinggal tepat di depan hadapan mobil sudah tergeletak Ayu dengan darah " Mas itu orang apa " tanya Yogi dengan panik " Ayo turun tolongin " jawaban Pak Wawan yang mendorong tubuh Yogi Segera pak wawan dan yogi membawa Ayu pada rumah sakit terdekat dengan membopong Ayu sesampainya di UGD Ayu langsung di tangani oleh dokter jang jaga malam . Dengan muka Pak Wawan dengan panik dan pintu UGD tak ada kabar seakan mengambil ponselnya seorang dokter keluar dengan membawa Ayu yang sudah tertutup kain putih " Ayu Ayuu bangaimana saya memberi tahu mama kamu ini. Ini kesalahan saya sudah mengadakan party di sana. Mengapa kamu yang mengalaminya Yuu" teriak Pak Wawan membuka kain putih yang menutupi wajah Ayu " Maafkan kami pak , kami sudah berusaha dengan tenaga" jawab dokter meninggalkan Pak wawan dan Yogi Yong mencari ponsel, kartu pengenal yang di miliki Ayu dalam tasnya. Yogi menelfon Ayi untuk segera ke rumah sakit segera " Haloo yuu malam malam telefon" " Haloo" " kok anda yang menelefon saya. mana ayu" " Ayu ayu telah meninggal karena jatuh dari tebing perusahaan cipto mandiri" Ayi memberi pesan pada mamanya setelah memberi pesan Ayi bersiap siap menuju jakarta dengan keberangkatan paling pagi . Papanya melihat Ayi membawa koper besar dengan menangis " Ayi mau kemana malam malam dan menangis seperti ini " tanya papanya dengan menaruh air minum di dapur " Coba papa lihat pesan yang aku kirim ke papa " jawab Ayi dengan tersedu Papanya langsung membuka ponselnya dan mempersiapkan barangnya serta menuju ke bandara . Sesampainya di bandara setelah memesan tiket Ayi dan papanya menunggu di dalam area keberangkatan " Paa aku gak kuat nanti kalau benar kabar yang ayi dengar terjadi pada ayu. Dan mama atau kak Indah bagaimana mereka bisa kuat pa" tanya Ayi yang menatap pada papanya sembari menangis " Papa juga tak bisa membayangkannya Yi. Anak papa sudah hilang satu, perasaan papa sejak sore tak enak dan mama kamu juga tumbennya menelefon papa .Ayoo naik udah ada pengumuman " jawab Papa Andre merangkul Ayi *** setelah pak wawan memberi kabar Ayu kepada mamanya membuat Pak Wawan bersalah. Saat jenazah Ayu datang ke depan rumah Ayu tangis mamanya dan Indah sudah pecah dengan kedatanan jenazah Ayu yang di bantu oleh bapak bapak di lokasi . " Dinda maafin aku tak bisa menjaga anak kamu dengan baik" suara pak wawan lirih dalam penyesalan " Kau apakan anakku Wan ? Apa yang terjadi dengan Ayu?" mama Dinda Histeris dengan menarik jas pak wawan dengan kedua tangannya " aku tak tahu yang......." jawaban Pak Wawan terputus dengan keadaan Mama Dinda yang pingsan di depannya dengan sigap Pak Wawan menangkap Mama Dinda dan membawanya ke sofa " ibu ibu bangun bu " Indah menepuk kedua pipi mama Dinda Bruuuuug bruuuuuug " Ayuuuuuuuuuuuuuuu " " Ayuuuuuuuu " Teriakan Ayi dan Papanya pecah ketika mereka datang di rumahnya Ayi membuka kain yang metutupi Ayu . Papanya melihat keadaan mantan istrinya yang pingsan di dalam dan menuju pada Dinda berada " Ma.... mama sadar maaa . " Papa Andre menepuk pipinya dan menggoyang goyangkan Mata Dinda sudah membuka dengan mata yang masih mengalir deras air mata. " Ayu ayuuu anak mama mengapa kamu yang di sana gak mama aja yang di sana " ucap Mama Dinda dengan menyalahkan diri sendiri Papa Andre melihat pak wawan dan Yogi yang berada tak jauh dari Dinda. Dari atas kepala samapai kaki papa Andre melihatnya dengan tangan mengepal kuat dan muka seperti kepiting rebus " Pasti kamu yang melakukannya. Anak saya seperti itu dasar pria gak tau diri " ucap papa Andre dengan memukul bagian perut Pak wawan " Bukan kita pak. kita hanya menolong dan membawanya ke rumah sakit " jawab Yogi " Banyak alasan " jawab Papa Andre yang memukul Pak wawan dan Yogi Tetap saja tak mau mendengar apa yang di kata Yogi hinga mereka babak belur. Ayi mulai menenangkan pikirannya dan duduk di sebelah mamanya " Papa sudah hentikan!! Jika Ayu melihatnya pasti papa akan di ceramahi yang panjang lebar pa. Udah cukup pa, keadaan mama yang seperti ini papa masih melakukannya pada Bapak itu." Ayi mengambil nafas panjang " Udah hentikan pa, lihat di depan masih banyak para pelayat yang datang papa gak malu di lihat mereka semua dengan kelakuan papa . Ya lanjutkan saja jika papa gak malu" ucapan Ayi yang menghantam pada papanya Sekitar pukul 9 pagi para kerabat kuliah , kerja dan sekolah mulai berdatangan dengan warna senada hitam dan putih. Ayi yang berada di sebelah Ayu dengan melantunkan ayat ayat pendek. Sherly dan Dina datang dengan gaya kantornya menghampiri Ayu dengan syok melihat Ayi di sana " Aaayu" ucapan terbata dari Sherly membuat Sherly kabur dari tempat Ayu dan para kerabat dekat sherly. Membuat Ayi penasaran dengan Sherly 'Apakah dia yang menjadi salah satu Ayu seperti ini ' gumam Ayi Pak kiayi datang bersama Papa Andre dan beberapa pria yang akan membawa Ayu ke liang lahat . " Ayo bapak bapak kita bawa jenazah ananda Ayu ke liang lahat sebelum terik " ajak pak Kiayi Sesampainya di kuburan dengan luang masih terbuka Ayi yang membawa foto jenazah di depan bersama pak Kiayi Ayi bersama mama, Indah berada di dekat kuburan Ayu yang sudah bertabur bunga di atasnya dengan Ayi yang masih penasaran dengan Sherly. Setelah selesai Ayi menuju parkiran mobil bersama Indah " non ada apa ? apa yang non pikirkan " tanya Indah yang memegang bahu Ayi " Gak papa kaka Indah.Cuma tadi ada perempuan dua datang saat melihat Ayi kok malah kabur. Sepertinya dia punya masalah dengan Ayu deh kak . Filing Ayi seperti itu " jawab Ayi yang memegang tangan Indah " Jangan mengira begitu non gak baik menerka orang . Kak Indah juga ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan pernyataan kedua bosnya Ayu itu kaka masih ragu dengan mereka." ucap Indah " Ayoo pulang cepat mama kamu sakit cepat buka mobil" ajak papa Andre yang mengendong Mama Dinda Ayi segera membuka pintu dan sampai di rumah Mamanya yang sudah sadar dalam perjalanan. Mamanya yang sedang istirahat dengan Ayi " Tuan anda mau saya buatkan minum apa ?" tanya Indah " Terserah nanti temani saya di sini " jawab Papa Andre 10 menit Indah membutkan minuman yang berada di tangannya " Ini tuan tehnya. maaf kopi di rumah habis " ucap Indah yang menundukan pandangannya " Sini temani saya disini. Tadi selama pemakaman dari rumah sampai ke liang lahat kamu ada pandangan mencurigai siapa gak ? Soalnya bapak masih ganjal dengan Ayu dengan tiba tiba seperti itu. Atau Ayu telah terjadi seperti kasus saat masih kuliah" tanya Papa Andre yang meminum tehnya " Kalau saya tidak melihat kecurigaan pak. Namun non Ayi yang curiga mungkin itu teman kerja Ayu karena datang saat Ayi melihatnya wanita itu kabur. Saya juga merasa jangal dengan kepergian Ayu pak. Banyak kenangan saya bersama ayu. Jadi sekarang saya kembali lagi ke kontrakan ya pak karena sudah tak ada yang membebani saya di sini " jawab Indah " Jangan !! Siapa yang suruh kamu pergi Ndah kamu temani ibu di sini " ucap mama Dinda indah dan Papa Andre melihat kebelakang mama Dinda dan Ayi menuju meja tamu . Indah berdiri dan mempersilahkan mama Dinda duduk berdekatan dengan Papa Andre " Saya yang mengambil keputusan sendiri bu, tuan, non " jawab Indah " Kalau Ayu tahu pasti Ayu marah sama ka Indah. Kaka paham kan bagaimana kalau ayu marah " sahut ayi indah hanya menganggukan kepalanya " Saya akan tinggal di sini asal dengan satu permintaan saya tuan" ucap Indah " Apa itu ? jawab kompak kedua orang tua Ayu " Saya ingin dengan impian Ayu pastinya begitu dengan Ayi . Saya ingin mewujudkannya tuan dan ibu bersatu kembali baru saya akan tinggal di sini " jawab Indah dengan memegang tangan keluaraga Ayi Lama berfikir papa dan mama Ayi akhirnya mereka bertatap tatapan dan memutuskan " Baik akan saya wujudkan keinginan anak saya . dan peusahaan di Surabaya akan saya pindah alih . Din kamu mau menikah denganku kembali ? Jika kamu mau akan kita ke KUA besok . Besok ulang tahun anak kita" ucap Papa Andre " Iyaa akau mau " ucap Mama Dinda " Horeeee mama papa kembali ." teriak Ayi dan memeluknya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD