Tipu Daya Tania

2426 Words

Kelopak mata Meysha bergerak-gerak. Perlahan matanya yang terasa berat dibuka. Jam di dinding di lirik sekilas. Pukul 02:20 wib. Meysha menghembuskan napas berat. Beginilah kegitannya sejak tiga minggu terakhir. Setiap malam dia selalu teridur di sofa ruang tamu demi menunggu sang suami tercinta pulang. Dari selepas adzan shalat Isya berkumandang sampai menjelang subuh, Meysha sanggup untuk menanti. Tapi yang sering dia dapatkan adalah kehampaan, kesakitan, kepahitan. Fathan tidak hanya pulang lambat, dia bahkan lebih sering tidak pulang. Entah dimana suaminya itu menginap, Meysha juga tidak tahu. Tidak ada tempat bertanya. Fathan saja membuka mulut jika hanya berada di depan ahli keluarga dan orang lain. Jika sudah berdua, Fathan hanya mendiamkan diri. Mungkin suaminya itu hanya berucap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD