Ami menghela napas dan mengaturnya setenang mungkin sembari menunggu Meysha. Dia berdiri di sisi balkon resto yang jauh dari pengunjung. Ketika mendengar derap langkah mendekat, Ami sedikit melirik dengan ekor matanya. Meysha telah berdiri selangkah di belakangnya. Fathan sudah menceritakan semua tentang pertemuan Meysha. Anak lelakinya itu bilang bahwa Meysha tidak ingat akan kronologi bagaimana Meysha hilang. Ami sangat lega akan hal ini, namun dia juga perlu membuktikannya sendiri. Jika benar yang dikatakan Fathan, so… berarti dia aman untuk sementara waktu ini. Tangan Ami sedikit gemetar dan dingin kala ini, namun Ami berusaha untuk terlihat biasa-biasa saja. Tenang. “Esha,” ujar Ami dengan suara dingin. “Ya, ma.” “Ma…” Ami berhenti dan mengetab bibirnya kuat. Dia tiba-tiba bimb

