Desta menarik tubuh Tania dalam pelukannya. Tangannya melingkar di pinggang ramping gadis itu. Perlahan satu tangannya lagi naik mengusap pipi mulus Tania. “Tania, kamu benar-benar cantik. Sebenarnya aku sudah lama memperhatikanmu. Aku sudah lama terobsesi padamu sejak lama.” ucap Desta dengan suara yang berat. Mata Tania sedikit membesar mendengar ungkapan Desta. Desta mendengus senyum melihat ekspresi Tania. “Ya, sudah lama. Sejak pertama kali aku melihatmu. Itu… dihari pertama kamu bergabung di Emperor. Aku selalu memperhatikanmu, aku belum ada keberanian untuk mendekatimu. Tapi… siapa sangka, hari itu kamu datang sendiri padaku dengan tawaran yang benar-benar di luar jangkauanku. Jadi mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan. Aku akan lakukan apapun, demi bisa mendapatkan mu. Wala

