“Mama.” ujar Meysha pada sang mertua yang diam menatapnya. Tidak ada jawaban. Sang mertua membeku seperti patung dengan mulut yang sedikit terbuka. Meysha mengerutkan dahi. Dia semakin mendekat dan mengibaskan tangannya di depan wajah mama. “Ma, mama.” Ami langsung tersentak. Seketika itu dia juga langsung mengalihkan wajahnya dari Meysha. “Mama kenapa?” tanya Meysha sedikit gusar. Dia juga langsung mengambil tempat duduk di sebelah mertuanya itu. Bahu sang mertua di sentuhnya lembut, namun hal itu membuat mama mertuanya itu semakin berdebar. Ami langsung bangkit dari duduknya dan menjauh dari Meysha, “Saya perlu istirahat dulu.” Langkah kakinya dibawa cepat meninggalkan Meysha. Meysha memandang sang mertua yang menjauhinya bak seperti hantu. Meysha paham, mungkin mama masih shock a

