Sara memberhentikan mobil di depan rumah. Meysha langsung keluar dengan langkah yang sedikit gontai. Bahkan dia memasuki rumah tanpa salam. Dia terus melangkah menuju lantai atas tanpa menyadari keberadaan mama mertuanya yang tengah duduk di sofa ruang utama itu. “Esha.” Baru Meysha tersentak. Haisshh… dia tidak boleh seperti ini! Meysha menghela napasnya, baru menoleh pada Mama dengan senyuman lembut seperti biasanya. “Ya, Ma.” Ami sedikit mengerutkan dahi dengan perubahan raut wajah Meysha yang langsung ceria. padahal tadi seperti ada beban. Ami berdiri dan menghampiri Meysha. “Esha,” Ami menatap lekat menantunya itu. Bagaimanapun sebagai orang tua dia mempunyai firasat. “Ada apa, Ma?” Meysha masih dengan wajah tenangnya. Ami mengambil tangan Meysha dan diusapnya lembut. Meysha

