Rindu Kasih Sayang Mertua

1696 Words

“Sampai saja di rumah sakit. Fathan memberhentikan mobilnya perlahan, dia saat bersamaan Karin yang sempat tertidur membuka kelopak matanya. “Kita sudah sampai?” tanya Karin sambil menatap Fathan. Fathan mengangguk pelan, “Sudah.” Karin segera bergerak melepaskan seat belt, ketika hendak membuka pintu mobil Karin sedikit menjerit karena tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut. Namun tidak terlalu Karin pedulikan, dia tetap membuka pintu. “Karin, are you okey?” tanya Fathan khawatir melihat Karin begitu. Karin menoleh, “I’m okey.” Karin tersenyum, lalu keluar dari mobil. Fathan juga cepat keluar dari mobil, lalu menghampiri Karin karena dia melihat wajah Karin agak pucat. “Serius kamu baik-baik saja? kalau tidak sanggup jangan terlalu dipaksa untuk kerja.” Karin menggeleng, “Aku harus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD