Setelah pemakaman Xavier, Natasya kembali menjalani perawatan di rumah. Wanita itu menolak tetap berada di rumah sakit, ngotot ingin mengantarkan Xavier ke peristirahatan terakhirnya. Dengan berderai air mata, Natasya menguatkan diri untuk tetap hadir dan menyaksikan Xavier kembali kepada sang Maha Kuasa. Natasya menggunakan kursi roda, ditemani oleh Kenan yang selalu setia berada di sisinya, memeluk seraya menenangkan Natasya yang tengah bersedih hati. Kandungan wanita itu untungnya terselamatkan, jika terlambat sedikit saja ... dokter sudah tak dapat berkata-kata. Keadaan Natasya benar-benar menurun, sepanjang malam dokter bolak-balik memeriksa keadaan Natasya. Mereka memberikan penanganan terbaik agar janin tetap bertahan dan kuat di dalam sana--kendati sudah benar-benar lemah. Natasy

