Damian membawa sebuah amplop cokelat yang akan dia berikan kepada Kenan. Hasil pencarian dan bukti-bukti terkait perihal sebuah foto yang telah dikirimkan pada ponsel Kenan, oleh orang yang sama sekali tidak di kenal. Nomornya tidak bisa dihubungi bahkan dilacak keberadaannya, sehingga sungguh sulit menemukan orang yang telah kurang ajar itu. Benar-benar mengganggu dan berhasil mengacaukan mood Kenan sedari kemarin. "Selamat sore, Tuan." Damian mengambil duduk setelah Kenan persilakan. Meski mereka saling mengenal sangat baik, saat berad di kantor, Damian tetap selalu menjaga sikapnya kepada Kenan. Pria itu sangat profesional. Kenan mengangguk. "Sore. Apa sudah menemukan sebuah bukti-bukti yang kemarin?" Damian mengangguk, dia menyerahkan amplop cokelat yang dia bawa tadi kepada Kenan.

